Sublime Text Bagi-Bagi Lisensi Gratis

Assalamualaikum..
Postingan kali ini saya ingin memberikan info sedikit terkait Sublime Text, mungkin teman-teman yang membaca postingan saya kali ini sudah tidak asing lagi dengan Sublime Text yang biasa digunakan sebagai Text Editor oleh para penggila Coding, baik itu untuk Web Programming, Desktop Application, DLL.
Selain tampilannya yang menarik, fitur-fitur didalamnya juga terbilang lengkap. Dengan demikian banyak para programmer muda yang menjadikan Sublime sebagai Text Editor yang paling wajib dimiliki dalam setiap Komputer yang digunakannya.

Nah.. disini saya ingin menginfokan aja ke teman-teman yang suka coding, kalo selama beberapa hari kedepan Sublime Text sedang membagi-bagikan lisensi untuk Sublime Text v.3 secara GRATIS.

Mau ikutan? siapa tau aja kamu beruntung mendapatkan lisensi gratis dari Sublime
kunjungi link-nya disini.

Menambahkan Ports Tree pada OpenBSD

Pada kali ini, saya akan membahas tentang bagaimana cara penambahan ports tree pada OpenBSD, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang pengertian ports tree pada sistem operasi BSD.
Ports adalah salah satu metode instalasi third party software pada BSD sistem. Sebelum dapat menginstal Software menggunakan ports, system harus memperoleh informasi atau biasa disebut ports-collection yang digunakan untuk memperoleh tentang makefiles, patches, dan deskripsi dari sebuah program. Ports-collection disimpan pada direktori /usr/ports.

Ports link:
http://ftp.openbsd.org/pub/OpenBSD/<versi>/ports.tar.gz

Pada bahasan ini saya menggunakan OpenBSD 5.5, maka yang harus saya lakukan untuk mendapatkan ports tree dari link di atas adalah:

http://ftp.openbsd.org/pub/OpenBSD/5.5/ports.tar.gz



Langkah Untuk Mendapatkan Ports Tree



# cd /tmp/
# ftp http://ftp.openbsd.org/pub/OpenBSD/5.5/ports.tar.gz
# ftp http://ftp.openbsd.org/pub/OpenBSD/5.5/SHA256.sig
# signify -C -p /etc/signify/openbsd-55-base.pub -x SHA256.sig ports.tar.gz
# cd /usr/
# sudo tar xzf /tmp/ports.tar.gz


Command Ports Install



# cd /usr/ports/<application dir>/ && make install clean

Hanya segitu tutorial sederhana dari saya, semoga bermanfaat!

Configure PPTP VPN Server in FreeBSD

Jika anda ingin menjalankan server PPTP (Point to Point Tunneling Protocol) pada FreeBSD, ada beberapa solusi yang tersedia. Opsi yang dibahas di sini adalah menggunakan MPD port untuk layanan seperti itu. Versi MPD yang kita gunakan di sini adalah 3,8. Hal ini tentu dapat bervariasi untuk tanggal struktur port anda.

Requirement


  • Mengaktifkan opsi sysctl net.inet.ip.forwarding=1 atau gateway_enable=“YES” pada /etc/rc.conf
  • Install MPD pada server yang ingin anda jalankan PPTP Service (port/net/mpd)
  • Open dan Redirect TCP port 1723 dan protokol 47 (GRE) jika server PPTP ada di belakang firewall

Konfigurasi MPD links dan File Konfigurasi


Secara default, Port instalasi MPD menciptakan direktori /usr/local/etc/mpd yang memiliki berkas konfigurasi untuk mpd, dan ini juga menciptakan mpd.sh startup skrip in/usr/local/etc/rc.d

Membuat Konfigurasi MPD

File konfigurasi MPD bernama mpd.conf (yang secara default masih diberi nama mpd.conf.sample / dalam bentuk sample konfig):

default:
       load pptp

pptp:
       new -i ng0 pptp pptp                  ## create a new interface of ng0 for the pptp connection
       set iface disable on-demand                  ## disable on-deman dialing for this connection
       set iface enable proxy-arp                   ## enable the arp proxy for the created interface
       set bundle disable multilink                 ## disable multi link options
       set bundle authname Uncle                    ## define the username for this connection
       set bundle enable encryption                 ## enable encryption for this connection
       set link yes acfcomp protocomp               ## address control and protocol field compression
       set link disable pap                         ## disable PAP authentication for this link
       set link enable chap                         ## enable CHAP authentication for this link
       set link keep-alive 10 60                    ## keep alive settings for idle links
       set ipcp enable vjcomp                       ## enables header compression for the link
       set ipcp ranges 10.0.0.2/32 10.0.0.101/32    ## sets IP of PPTP server as well as initial link
       set ipcp dns 10.0.0.1                        ## sets IP of DNS server to be given to client
       set ipcp nbns 10.0.0.20                      ## sets IP of the WINS server to be given out
       set bundle enable compression                ## enables tunnel compression
       set ccp enable mppc                          ## enables microsoft point-to-point compression
       set ccp enable mpp-e40                       ## 40-bit MPP encryption
       set ccp enable mpp-e128                      ## 128-bit MPP encryption
       set ccp yes mpp-stateless                    ## enables stateless mode for faster recovery
       set bundle enable crypt-reqd                 ## require client to have encryption or drop link
Bagian pertama memberitahu mpd untuk memuat koneksi disebut pptp. Kemudian bagian berikutnya mendefinisikan pengaturan sambungan yang disebut pptp. Untuk mengizinkan klien lain untuk membuat koneksi simultan, anda harus menetapkan dan memuat koneksi tambahan (pptp1, pptp2, dll..).

Membuat link MPD

File berikutnya adalah mpd.links (yang secara default masih diberi nama mpd.links.sample / dalam bentuk sample):

pptp:
set link type pptp ## define the link type protocol as PPTP
set pptp self 10.0.0.2        ## define the IP address  on which MPD will run
set pptp enable incoming      ## define the connection as Incoming
set pptp enable originate     ## enables PPTP connection for communication with the client
Catatan ini adalah konfigurasi link untuk koneksi yang didefinisikan dalam mpd.conf file. Harus ada link berikutnya entri untuk setiap koneksi yang didefinisikan (pptp1, pptp2, dll.).

Membuat Username dan Password untuk MPD

Ketiga adalah File mpd.secrets. File ini berisi username dan password user yang memiliki akses ke server PPTP sebagaimana didefinisikan dalam konfigurasi "authname" untuk setiap sambungan dalam mpd.conf file.

Uncle password_for_uncle
Zen password_for_zen
..
..
Dari sini, anda hanya perlu menjalankan MPD dari script startup dengan perintah:

# start /usr/local/etc/rc.d/mpd.sh
Cukup sampai disini tutorial kita, bila ada kesalahan mohon dimaafkan.. Semoga bermanfaat!

INSTALL POSTGRESQL PADA PCBSD

PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain. (source: wikipedia)

Dan pada kesempatan kali ini, saya akan membahas bagaimana cara untuk menginstall PostgreSQL pada PCBSD


Install Port

Menginstall PostgreSQL pada PCBSD terbilang cukup mudah, pada tutorial kali ini saya menginstallnya menggunakan port. Namun sebelumnya pastikan bahwa kalian sudah memiliki port untuk PostgreSQL, dan untuk mendapatkannya lakukan seperti dibawah ini dan dilanjutkan dengan tahap instalasi.
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil# portsnap fetch && portsnap extract 
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil# cd /usr/ports/databases/postgresql90-server && make install clean && rehash 

Konfigurasi

Setelah proses instalasi selesai, sekarang sempatkan waktu kalian untuk melakukan konfigurasi PostgreSQL sampai pada akhirnya dapat digunakan. Hal yang pertama kali di lakukan adalah dimulai dari membuat proses daemon PostgreSQL (dalam artian: membuat proses PostgreSQL berjalan pada saat booting) lalu di lanjutkan dengan yang lainnya.
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil# echo 'postgresql_enable="YES"' >> /etc/rc.conf 
Perintah dibawah ini akan membuat cluster database awal dalam /usr/local/pgsql/data secara default
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil# /usr/local/etc/rc.d/postgresql initdb
/usr/local/etc/rc.d/postgresql initdb
The files belonging to this database system will be owned by user "pgsql".
This user must also own the server process.

The database cluster will be initialized with locale C.
The default text search configuration will be set to "english".

fixing permissions on existing directory /usr/local/pgsql/data ... ok
creating subdirectories ... ok
selecting default max_connections ... 40
selecting default shared_buffers ... 28MB
creating configuration files ... ok
creating template1 database in /usr/local/pgsql/data/base/1 ... ok
initializing pg_authid ... ok
initializing dependencies ... ok
creating system views ... ok
loading system objects' descriptions ... ok
creating conversions ... ok
creating dictionaries ... ok
setting privileges on built-in objects ... ok
creating information schema ... ok
vacuuming database template1 ... ok
copying template1 to template0 ... ok
copying template1 to postgres ... ok

WARNING: enabling "trust" authentication for local connections
You can change this by editing pg_hba.conf or using the -A option the
next time you run initdb.

Success. You can now start the database server using:

    /usr/local/bin/postgres -D /usr/local/pgsql/data
or
    /usr/local/bin/pg_ctl -D /usr/local/pgsql/data -l logfile start
Edit file postgresql.conf yang terdapat pada direktori /usr/local/pgsql/data/ dan untuk mengeditnya kalian bisa menggunakan text editor yang kalian suka. Hilangkan comment '#' pada baris listen_addresses dan mengeditnya menjadi seperti dibawah ini
listen_addresses = '*'
Setelah step yang di atas, lakukan konfigurasi PostgreSQL menggunakan otentikasi hash password untuk semua host dan user dengan cara edit file /usr/local/pgsql/data/pg_hba.conf dan pada baris host tambahkan baris dibawah ini.
NOTE: Pada konfigurasi dibawah ini sesuaikan dengan Network Address kalian
host  all  all  192.168.0.0/24  md5

Set User & Password

Setelah step konfigurasi selesai, sekarang kita memulai untuk membuat user baru untuk PostgreSQL seperti yang saya lakukan dibawah ini
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil# /usr/local/etc/rc.d/postgresql start
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil# su pgsql
$ createuser -sdrP username
Enter password for new role: masukan password
Enter it again: masukan password kembali
$ exit
[devil@bsd-indonesiancoder] /usr/home/devil#

Semuanya selesai sampai disini, dan PostgreSQL sudah dapat digunakan. Sekian dari saya, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan..

[C++] Subnet Calculator

SUBNETWORK (SUBNET) adalah pembagian secara yang terlihat secara fisik dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting.

Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka. Hal ini menyebabkan pembagian logis dari alamat IP ke dua bidang, jaringan atau routing prefix dan sisa field atau pengenal host. Field sisanya adalah pengidentifikasi untuk host tertentu atau antarmuka jaringan. (source: wikipedia)

 

Source Code

123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142434445464748495051525354555657585960616263646566676869707172737475767778798081828384858687888990919293949596979899100101102103104105106107108109110111112113114115116117118119120121122123124125126127128129130131132133134135136137138139140141142143144145146147148149150151#include <stdlib.h>
#include <math.h>
#include <iostream>

using namespace std;
int main ()
{
 
   int prefix, subnet, mask, broad, pangkat;
   unsigned int range,host;
   short int akhir;
   short int x=0;

   cout << "Input Prefix (0-32) : ";
   cin >> prefix;
 
   if (prefix==31 || prefix==32 || prefix==0) { 
     cout << "Maaf, prefix "<< prefix <<" tidak bisa dikategorikan sebagai jaringan." << endl; 

   } else if (prefix <=30 && prefix>=24) {
 
    pangkat = 32 - prefix;
    subnet = pow (2, pangkat);
    mask = 256 - subnet;
 
    cout << endl << "Maka subnet mask dari prefix /" << prefix <<" adalah 255.255.255." << mask << endl;
  cout << "Range networknya adalah " << subnet << " IP" << endl;
    host = subnet - 2;
    cout << "Jumlah host yang bisa digunakan adalah " << host << " IP" << endl << endl;
    system("read");
    cout << "Range networknya adalah : " << endl;
 
    do {
   cout << "192.168.1." << x << "/" << prefix;
   x = x + subnet;
   broad = x - 1;
   cout << " - 192.168.1." << broad << endl;
  } while (x<=255);
    system("read");
 
    cout << endl << "IP yang bisa dipakai adalah : " << endl;
    short int y=1;
    do {
   cout << "192.168.1." << y;
   y = y + subnet;
   akhir = y - 3;
   cout << " - 192.168.1." << akhir << endl;
    } while (y<255);

  } else if (prefix <24 && prefix >=16) {
 
    pangkat = 24 - prefix;
    subnet = pow (2, pangkat);
    mask = 256 - subnet;
 
    cout << "\nMaka subnet mask dari prefix /" << prefix << " adalah 255.255." << mask << ".0" << endl;
    range = pow (2, (32 - prefix));
    cout << "Range networknya adalah " << range << " IP" << endl;
    host = (pow (2, (32 - prefix))) - 2;
    cout << "Jumlah host yang bisa digunakan adalah " << host << " IP" << endl << endl;
    system("read");
    cout << "Range networknya adalah : " << endl;

    do {
   cout << "172.16." << x << ".0/" << prefix;
   x = x + subnet;
   broad = x - 1;
   cout << " - 172.16." << broad << ".255" << endl;
    } while (x<=255);
    system("read");
 
    cout << endl << "IP yang bisa dipakai adalah : " << endl;
    short int y=0;
    do {
   cout << "172.16." << y << ".1";
   y = y + subnet;
   akhir = y - 1;
   cout << " - 172.16." << akhir << ".254" << endl;
    } while (y<255);
 
   } else if (prefix <16 && prefix >=8) {
 
  pangkat = 16 - prefix;
    subnet = pow (2, pangkat);
    mask = 256 - subnet;
 
    cout << "\nMaka subnet mask dari prefix /" << prefix << " adalah 255." << mask << ".0.0" << endl;
    range = pow (2, (32 - prefix));
    cout << "Range networknya adalah " << range << " IP" << endl;
    host = (pow (2, (32 - prefix))) - 2;
    cout << "Jumlah host yang bisa digunakan adalah " << host << " IP" << endl << endl;
    system("read");
    cout << "Range networknya adalah : " << endl;
 
    do {
   cout << "10." << x << ".0.0/" << prefix;
   x = x + subnet;
   broad = x - 1;
   cout << " - 10." << broad << ".255.255" << endl;
    } while (x<=255);
    system("read");
 
    cout << endl << "IP yang bisa dipakai adalah : " << endl; 
    short int y=0;
    do {
   cout << "10." << y << ".0.1";
   y = y + subnet;
   akhir = y - 1;
   cout << " - 10." << akhir << ".255.254" << endl;
    } while (y<255);
 
   } else if (prefix <8 && prefix >=0) {
 
    pangkat = 8 - prefix;
    subnet = pow (2, pangkat);
    mask = 256 - subnet;
 
    cout << "\nMaka subnet mask dari prefix /" << prefix << " adalah " << mask << ".0.0.0" << endl;
    range = pow (2, (32 - prefix));
    cout << "Range networknya adalah " << range << " IP" << endl;
    host = (pow (2, (32 - prefix))) - 2;
    cout << "Jumlah host yang bisa digunakan adalah " << host << " IP" << endl << endl;
    system("read");
    cout << "Range networknya adalah : " << endl;
 
    do {
     cout << x << ".0.0.0/" << prefix;
     x = x + subnet;
     broad = x - 1;
     cout << " - " << broad << ".255.255.255" << endl;
    } while (x<=255);
    system("read");
 
    cout << endl << "IP yang bisa dipakai adalah : " << endl; 
    short int y=0;
    do {
     cout << y << ".0.0.1";
     y = y + subnet;
     akhir = y - 1;
     cout << " - " << akhir << ".255.255.254" << endl;
    } while (y<255);
 
    } else {
 
    cout << endl << "Maaf, kode yang anda masukkan salah. Harus angka antara 0-32." << endl;
 
   }
 
  system("read");
 
} // END OF FILE