Konfigurasi MariaDB di Slackware 14.1

MariaDB merupakan database baru yang dikembangkan oleh MariaDB Community berbasiskan MySQL Server. Antara MariaDB dan MySQL tidak banyak perbedaan, namun MariaDB memiliki fitur baru yang cukup bagus. MariaDB dan MySQL dapat dikatakan mirip karena semua command, interface, API, library yang ada di MySQL terdapat juga di MariaDB .

Untuk informasi lebih lanjut terkait MariaDB, kalian bisa langsung berkunjung ke situs MariaDB

MariaDB adalah server database default yang sudah ada di Slackware 14.1 menggantikan server MySQL. Dan tutorial ini akan memandu pemula pengguna Slackware tentang bagaimana caranya menginstall dan mengkonfigurasi MariaDB dengan cara yang paling dasar.

1.  Install database MariaDB

root@indonesiancoder:~# mysql_install_db --user=mysql
Installing MariaDB/MySQL system tables in '/var/lib/mysql' ...
OK
Filling help tables...
OK

To start mysqld at boot time you have to copy
support-files/mysql.server to the right place for your system

PLEASE REMEMBER TO SET A PASSWORD FOR THE MariaDB root USER !
To do so, start the server, then issue the following commands:

'/usr/bin/mysqladmin' -u root password 'new-password'
'/usr/bin/mysqladmin' -u root -h slackware password 'new-password'

Alternatively you can run:
'/usr/bin/mysql_secure_installation'

which will also give you the option of removing the test
databases and anonymous user created by default. This is
strongly recommended for production servers.

See the MariaDB Knowledgebase at http://kb.askmonty.org or the
MySQL manual for more instructions.

You can start the MariaDB daemon with:
cd '/usr' ; /usr/bin/mysqld_safe --datadir='/var/lib/mysql'

You can test the MariaDB daemon with mysql-test-run.pl
cd '/usr/mysql-test' ; perl mysql-test-run.pl

Please report any problems with the '/usr/bin/mysqlbug' script!

The latest information about MariaDB is available at http://mariadb.org/.
You can find additional information about the MySQL part at:
http://dev.mysql.com
Support MariaDB development by buying support/new features from
Monty Program Ab. You can contact us about this at sales@montyprogram.com.
Alternatively consider joining our community based development effort:
http://kb.askmonty.org/en/contributing-to-the-mariadb-project/

root@indonesiancoder:~#

2.  Membuat proses daemon dari MariaDB sehingga daemon dapat dieksekusi saat booting

root@indonesiancoder:~# chmod 755 /etc/rc.d/rc.mysqld
root@indonesiancoder:~#

root@indonesiancoder:~# /usr/bin/mysqld_safe --datadir='/var/lib/mysql'
[1] 1714
root@indonesiancoder:~# 140401 12:48:13 mysqld_safe Logging to '/var/lib/mysql/slackware.err'.
140401 12:48:13 mysqld_safe Starting mysqld daemon with databases from /var/lib/mysql

3.  Set password root atau bisa juga dengan menjalankan '/usr/bin/mysql_secure_installation'

root@indonesiancoder:~# /usr/bin/mysql_secure_installation
/usr/bin/mysql_secure_installation: line 379: find_mysql_client: command not found

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB
SERVERS IN PRODUCTION USE! PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!

In order to log into MariaDB to secure it, we'll need the current
password for the root user. If you've just installed MariaDB, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none): Tekan Enter
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MariaDB
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] Y
New password: Masukan Password untuk MariaDB
Re-enter new password: Masukan kembali Password untuk MariaDB
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
... Success!

By default, a MariaDB installation has an anonymous user, allowing anyone to log into
MariaDB without having to have a user account created for them. This is intended only
for testing, and to make the installation go a bit smoother. You should remove them
before moving into a production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] Y
... Success!

Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'. This ensures that
someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] Y
... Success!

By default, MariaDB comes with a database named 'test' that anyone can access. This
is also intended only for testing, and should be removed before moving into a
production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] Y
- Dropping test database...
... Success!
- Removing privileges on test database...
... Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] Y
... Success!

Cleaning up...

All done! If you've completed all of the above steps, your MariaDB
installation should now be secure.

Thanks for using MariaDB!

root@indonesiancoder:~#

3.  MariaDB sudah siap digunakan, sekarang lakukan pengetesan pembuatan database di MariaDB

root@indonesiancoder:~# mysql -u root -p
Enter Password: Masukan Password yang sudah dibuat sebelumnya
Welcome to the MariaDB monitor. Commands end with ; or \g.
Your MariaDB connection id is 9
Server version: 5.5.32-MariaDB MariaDB Server

Copyright (c) 2000, 2013, Oracle, Monty Program Ab and others.

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

MariaDB [(none)]> create database db_profesorlinux;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

MariaDB [(none)]> show databases;
+--------------------+
| Database           |
+--------------------+
| information_schema |
| db_profesorlinux   |
| mysql              |
| performance_schema |
+--------------------+
4 rows in set (0.00 sec)

MariaDB [(none)]> \q;
Bye
root@indonesiancoder:~#

Screenshot Full Webpage Menggunakan Python

Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas, kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka standar yang besar serta komprehensif.

Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada pemrograman berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman dinamis lainnya, python umumnya digunakan sebagai bahasa script meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks pemanfaatan yang umumnya tidak dilakukan dengan menggunakan bahasa script.

Sekarang saya akan memberikan bagaimana caranya mengambil gambar (baca: screenshot) dari sebuah halaman website menggunakan Python. Yup.. mungkin sebagian besar dari kalian sudah mengetahui hal tersebut, atau bahkan belum mengetahuinya sama sekali. Kini mengambil gambar (baca: screenshot) dari sebuah halaman website sangatlah penting, dan berguna ketika kita sedang membaca sebuah tutorial / artikel yang sangat panjang namun tidak bisa di selesaikan sekali itu saja.

Source Code :

12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940import sys
import time
from PyQt4.QtCore import *
from PyQt4.QtGui import *
from PyQt4.QtWebKit import *

class Screenshot(QWebView):
    def __init__(self):
        self.app = QApplication(sys.argv)
        QWebView.__init__(self)
        self._loaded = False
        self.loadFinished.connect(self._loadFinished)

    def capture(self, url, output_file):
        self.load(QUrl(url))
        self.wait_load()
        # set to webpage size
        frame = self.page().mainFrame()
        self.page().setViewportSize(frame.contentsSize())
        # render image
        image = QImage(self.page().viewportSize(), QImage.Format_ARGB32)
        painter = QPainter(image)
        frame.render(painter)
        painter.end()
        print 'saving', output_file
        image.save(output_file)

    def wait_load(self, delay=0):
        # process app events until page loaded
        while not self._loaded:
            self.app.processEvents()
            time.sleep(delay)
        self._loaded = False

    def _loadFinished(self, result):
        self._loaded = True

s = Screenshot()
s.capture('http://profesorlinux.blogspot.com/', 'website.png')
s.capture('http://profesorlinux.blogspot.com/2014/03/introduction-what-is-linux.html', 'blog.png')    

Lalu save source code di atas dengan ekstensi .py dan menjalankannya dengan

$ python namafile.py

Dan sebagai contoh hasil dari source di atas, kalian bisa lihat disini dan disini

Membuat GIMP seperti Adobe Photoshop

GNU Image Manipulation Program atau yang lebih dikenal dengan sebutan GIMP adalah perangkat lunak untuk manipulasi grafik berbasis raster.

GIMP adalah akronim dari GNU Image Manipulation Program yang didistribusikan secara gratis pada platform Linux. Program aplikasi pengolah bitmap dan digital imaging GIMP dapat dikatakan paling populer digunakan oleh pengguna komputer dengan sistem operasi ( sistem operasi) Linux.

Sama halnya seperti Adobe Photoshop. GIMP digunakan oleh peminat dan praktisi desain grafis yang menggunakan sistem operasi Linux untuk mengolah dan memanipulasi gambar atau foto sesuai dengan kebutuhan kreatif. Hanya saja Adobe Photoshop didistribusikan sebagai aplikasi Commercial sedangkan GIMP bukanlah aplikasi yang didistribusikan sebagai aplikasi Commercial.

Dan sekarang kita akan Membuat GIMP nampak seperti Adobe Photoshop? Apakah itu terdengar aneh? Mungkin sebagian besar dari kalian berkata hal itu aneh, tapi tidak untuk saya karena dalam tutorial ini kita akan mengutak-atik beberapa file konfigurasi di folder pengaturan GIMP. Namun sebelumnya pastikan, bahwa GIMP yang kalian punya adalah versi 2.8 atau versi terbarunya.

Konfigurasi Photoshop Keyboard Shortcut pada GIMP

Dengan hanya mengganti satu file konfigurasi, kalian dapat memiliki Photoshop shortcut keyboard pada GIMP yang kalian miliki. Sejauh ini, adalah hal yang paling bermanfaat yang saya lakukan untuk membuat transisi supaya GIMP tampak lebih mudah. Bahkan, saya hampir tidak berguna di GIMP tanpa itu. Karena GIMP dan Photoshop tidak persis sama, ada beberapa perbedaan.

Kalian dapat melihat daftar semua shortcut keyboard itu disini.

Lalu apa yang harus kalian lakukan supaya keyboard shortcut Photoshop ada dalam GIMP yang kalian miliki? Yang harus kalian lakukan adalah :

Download file ps-menurc dari freeshell.org
Rename file ps-menurc yang sudah kalian download tadi ke menjadi menurc lalu 
pindahkan ke folder ~/gimp2.8, namun sebelumnya lebih baik lagi jika sebelumnya 
kalian backup file menurc yang asli terdapat pada folder ~/.gimp-2.8 

Catatan: Setelah menginstall file konfigurasi, kalian mungkin memiliki beberapa keyboard shortcut yang bertentangan satu sama lain, jadi saya sarankan pergi ke Edit > Keyboard shortcuts dan memastikan semuanya sesuai dengan table yang ada disini.

Konfigurasi "Current Layer Selection" pada GIMP

Di Photoshop, CTRL + J dapat digunakan untuk lebih dari sekedar menduplikasi layer sebelumnya, dapat membuat layer baru dari seleksi sebelumnya. Ini adalah alat yang sangat berguna yang saya gunakan sangat sering di Photoshop. Kalian dapat menambahkan fungsi yang sama untuk menu Layer GIMP dengan sebuah plugin yang disebut Layer via Copy / Cut.

Download file plugin Layer via Copy itu disini
Lalu pindahkan file plugin yang sudah kalian download ke folder ~/.gimp-2.8/plug-ins/
Dan pastikan kalian telah memberikan permission pada file tersebut agar dapat dieksekusi

Konfigurasi "Snap to Canvas Edge" pada GIMP

Sesuatu yang saya temukan benar-benar frustasi di GIMP adalah bahwa secara default, lapisan tidak snap ke tepi kanvas (atau grid) ketika saya memindahkan mereka. Lebih buruk lagi, kalian harus mengaktifkannya setiap kali kalian membuka foto. Untungnya, perangkat lunak open source sangat disesuaikan, ini dapat dengan mudah diubah.

Buka file gimprc yang terdapat pada folder ~/.gimp-2.8 dengan text editor yang kalian miliki
Di bagian paling bawah, tambahkan dua baris seperti dibawah ini lalu simpan kembali :
(default-snap-to-canvas yes)
(default-snap-to-grid yes)

Konfigurasi Disable "Show Layer Boundary" pada GIMP

Sesuatu yang saya tidak pernah terbiasa dengan GIMP adalah garis putus-putus kuning dan hitam yang mengelilingi lapisan aktif. Meskipun sewaktu-waktu dapat membantu, saya tetap lebih memilih untuk menonaktifkannya secara default.

Dari menu utama, arahkan ke Edit> Preferences> Image Windows > Appearance
Hapus tanda centang pada Show Layer Boundary

Konfigurasi "Move Tool" pada GIMP

Secara default, Move Tool di GIMP diatur Pick a Layer atau Guide. Dengan set opsi ini, menjadikan sedikit lebih seperti Inkscape atau Illustrator karena kalian juga dapat memindahkan hal-hal yang tidak pada layer sebelumnya (seperti background). Jika kalian adalah pengguna Photoshop lama, ini sangat aneh.

Pilih Move Tool pada Tool Box di panel kiri
Dalam kotak dialog Tool Options centang Move The Active Layer
Lalu klik Edit > Preferences > Tool Options > Save Tool Options Now

Install "Content Aware Fill" Replacement

Fitur "Content Aware Fill" yang muncul di Photoshop CS5 sebenarnya berasal sebagai plugin GIMP yang disebut "Resynthesizer." Hal ini memungkinkan kalian untuk memilih sesuatu yang ingin kalian hapus dari sebuah gambar.

Heal Selection Plugin (alias: Smart Remove) adalah replacement yang bagus untuk Content Aware Fill. Untuk menginstalnya, hanya men-download Resynthesizer dan Heal Selection Plugin lalu pindahkan file yang diperlukan ke folder ~/.gimp-2.8/plug-ins

Atau jika kalian menginginkan menginstall lebih banyak plugin lagi lebih dari ini melalui PPA, ketikan command terminal seperti dibawah ini :

$ sudo add-apt-repository ppa:otto-kesselgulasch/gimp
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install gimp-plugin-registry

Install ICC Profiles Color

Kalian dapat men-download kualitas tinggi, profil warna ICC tersedia secara bebas (seperti sRGB) secara online dan menggunakannya dalam GIMP. Pengguna Linux bisa mendapatkan profil ICC sRGB langsung dari International Color Consortium. Namun apabila kalian menginstall GIMP di Ubuntu, atau turunannya seperti Linux Mint atau OS dasar, kalian mendapatkannya langsung dari repositori.

Untuk fotografer memotret di lingkup warna RGB Abode (yang memiliki gamut warna yang lebih luas daripada sRGB), kalian dapat men-download profil warna tersebut dari situs resmi Adobe. Paket ini juga mencakup profil warna CMYK. Nantinya kalian akan diminta untuk menyetujui Adobe EULA. Saya sarankan menyalin file ke /usr/share/color/icc/ di Linux.

Setelah kalian memiliki profil warna tersebut, sekarang pergi ke Edit > Preferences > Color Management. Dan pastikan Mode Operasi diatur ke Color Managed Display, dan pilih RGB dan file ICC CMYK pada menu drop down.

Install Plugin Konversi CMYK

Jika kalian ingin mengkonversi gambar dari ruang warna RGB ke CMYK di GIMP, kalian dapat melakukannya dengan plugin Separate+. Namun, ada beberapa keterbatasan. Arch Linux wiki memiliki catatan bagus tentang batasan (serta bagaimana untuk soft-proof image). + Yang terpisah dapat melakukan beberapa hal :

Pisahkan gambar RGB
Lampirkan profil ICC ke file gambar yang terpisah
Mengkonversi dari satu profil RGB yang lain
Warna Soft-proof

Kalian juga dapat menginstalnya dari GIMP Plugin Registry seperti yang kita miliki dengan plug-in lain sampai saat ini. Jika kalian menjalankan Linux dan menginstal "gimp-plugin-registry" paket dari PPA yang saya sebutkan sebelumnya, kalian sudah memilikinya.

Untuk mengkonversi gambar kalian ke CMYK di GIMP :

Klik Image > Separate > Separate
Ini akan memberi kalian gambar baru yang terlihat terbalik dan memiliki empat layer terpisah
Klik Image > Separate > Export untuk mengekspor gambar kalian ke file tiff

Menyesuaikan Workspace pada GIMP seperti Photoshop

Enable Single Mode Window

Hal ini tampaknya seperti langkah yang jelas, tapi saya sudah bertemu beberapa pengguna GIMP yang bahkan tidak tahu itu adalah sebuah option. Pengguna Photoshop akan merasa jauh lebih nyaman ketika mereka memiliki tools-tools mereka, menu, panel dan workspace bersama-sama dalam satu jendela.

Untuk mengaktifkannya cukup dengan klik Windows > Single-Window Mode.

Introduction || What Is Linux ?

Linux adalah Operating System seperti UNIX, yang merupakan implementasi independen dari POSIX, meliputi true-multitasking, virtual memory, shared libraries, demand-loading, proper memory management, dan multiuser.

Linux seperti layaknya UNIX, mendukung banyak software mulai dari TEX, X Window, GNU C/C++ sampai ke TCP/IP.

Linux adalah sistem operasi yang disebarkan secara luas dengan gratis di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang berarti juga source code Linux tersedia. Itulah yang membuat Linux sangat spesial.

Linux masih dikembangkan oleh kelompok-kelompok tanpa dibayar, yang banyak dijumpai di Internet, tukar-menukar kode, melaporkan bug, dan membenahi segala masalah yang ada. Setiap orang yang tertarik dipersilahkan untuk bergabung dalam pengembangan Linux.

Linux pertama kali dibuat oleh Linus Torvalds di Universitas Helsinki, Finlandia. Kemudian Linux dikembangkan lagi dengan bantuan dari banyak programmer dan jagoan UNIX di Internet. Sekarang Linux bisa diperoleh dari distribusi-distribusi yang umum digunakan, misalnya RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede Linux, TurboLinux dan lain-lain. Kernel yang digunakan adalah sama-sama Linux, sedangkan perbedaannya hanyalah paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init style, dll.

Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung selera. Jika diperdebatkan kelebihan dan kekurangan masing-masing, tidak akan pernah ada habisnya.

Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dari Minix. Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada bulan Oktober 1991 tanggal 5, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu 0.02 yang hanya dapat menjalankan bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler).

Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih.

Lisensi

Linux, sering juga disebut GNU/Linux, adalah operating sistem yang kompatible dengan Unix, berisi kernel Linux itu sendiri dan sekumpulan lengkap alat-alat dan program-program lain, yang kebanyakan di bawah naungan proyek GNU dari Free Software Foundation. Tampilan grafis atau Graphical User Interface (GUI) disediakan oleh X Window System beserta kumpulan libraries dan alat-alatnya.

Semua software ini bisa didapat gratis berdasarkan lisensi GNU General Public License atau lisensi-lisensi lain yang mirip dengan itu. Berdasarkan lisensi ini, siapa pun bisa mendapatkan program baik dalam bentuk source code (bisa dibaca manusia) mau pun binary (bisa dibaca mesin), sehingga program tersebut dapat diubah, diadaptasi, mau pun dikembangkan lebih lanjut oleh siapa saja.

Karena banyak sekali program-program maupun komponen software (biasanya tergabung dalam “paket” yang membentuk sebuah sistem Linux yang lengkap, dan kesemuanya itu diurus oleh banyak orang dan organisasi dalam jadwal yang berbeda-beda, maka beberapa perusahaan dan organisasi mengumpulkan paket-paket tersebut menjadi satu distribusi (distro). Tapi tidak itu saja, mereka juga melakukan tes-tes terhadap software di dalamnya, mengembangkan program-program instalasi atau yang memudahkan instalasi, sebagian ada yang memberikan technical support, dan sebagainya.
Ada distribusi komersial seperti Red Hat, Caldera, SuSE, dan ada juga distribusi yang non-komersial seperti Debian GNU/Linux. Baik distribusi komersial mau pun non-komersial tersedia tanpa dipungut biaya di internet, dan juga di media seperti CD-ROM (anda bayar ongkos media plus ongkos kirim tentunya). Perbedaan mendasar antara komersial dan non-komersial adalah bahwa produk komersial didukung oleh perusahaan yang menyediakan technical support, dan mungkin juga menyediakan beberapa software komersial lain yang tidak bisa didistribusikan secara gratis. Hal ini tentunya penting di lingkungan bisnis tertentu.

Sejarah

Walaupun Linux bukanlah sistem Unix yang resmi, Linux mempunyai dasar warisan, budaya, arsitektur dan pengalaman operating sistem Unix selama 28 tahun lebih.
Sejak munculnya Linux source code (tahun 1991) kernel Linux telah diteliti (review) dan disempurnakan oleh (minimal) puluhan ribu programmer di seluruh dunia. Sebagian besar program-program GNU dan X Window System telah ada lebih lama dari Linux dan telah diteliti lebih seksama.

Source code dari operating system saingan, seperti Windows 95 dan Windows NT, tidak tersedia untuk umum, sehingga tidak bisa diteliti oleh khalayak ramai. Desain dari sistem yang demikian tidak menikmati perkembangan sejarah dari sistem-sistem Unix.

Pengguna Linux

Linux diperkirakan mempunyai kurang lebih 7.500.000 pengguna, dan angka itu bertambah terus setiap harinya dengan sangat pesat.

Interaksi dengan OS lain
Linux bisa berinteraksi dengan operating sistem lain melalui tiga cara: kompatibilitas file dan filesystem, kompatibilitas network, dan emulasi (simulasi) operating sistem.

Linux bisa menggunakan file-file dari operating sistem lain, dalam artian bisa membaca dan menulis format file tersebut. Sehingga (hard)disk maupun disket-disket dari OS/2, NT, DOS/Windows, Apple Macintosh, Unix, dan sistem-sistem lain, bisa dibaca (dalam banyak hal juga ditulis)dengan mudah oleh Linux. Hampir semua format file standar industri didukung oleh aplikasi-aplikasi Linux, kecuali beberapa format yang spesifik vendor atau produk.

Di tingkat networking, Linux bisa bekerja sama dengan baik sekali dengan operating sistem lainnya. Linux mempunyai dukungan TCP/IP yang sangat bagus, dan juga mempunyai dukungan SMB untuk Microsoft file sharing and printing melalui paket Samba, Apple file and printer sharing lewat netatalk, dan IPX/SPX (Novell) file sharing lewat paket Mars NWE (dan paket komersial dari Caldera).

Dalam lingkungan campuran Windows/Linux, menggunakan Samba server dan sistem smbclient, komputer Linux akan tampil di Network Neighborhood dari sistem Windows, hampir tidak bisa dibedakan dengan NT. Komputer Linux juga akan mempunyai akses penuh ke file dan printer yang di-share dari WFWG, Windows 95, maupun Windows NT.